Sabtu, 19 November 2016

Alasan Orang Suka Saya dan Tidak Suka Saya

Hari ini hari terakhir IHT di hari Sabtu, ada yang menarik dari feedback di hari ini yaitu, setiap peserta diminta menyebutkan rasa suka dan rasa tidak sukanya terhadap peserta lain. Saya paling suka hal yang berbau psikologi seperti ini karena setiap orang bisa mengenali karakternya dan kekurangannya untuk perbaikan diri. Untuk itu hal ini sengaja saya tulis di sini, agar saya selalu ingat bagaimana orang lain mengenal saya, terutama kekurangan saya dan saya bisa memperbaiki diri. Tadi tiba giliran saya, saya diminta duduk di depan peserta lainnya, dan saya harus mendengarkan statement dari setiap peserta.
Bu Nuri: "Saya suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi pintar. Saya tidak suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi kurang hangat." (Besok kemana-mana saya bawa kompor, Bu. )
Bu Muti: "Saya suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi ramah. Saya tidak suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi kalau udah ngomong suka nyerocos dan saya gak ngerti." Lalu dikomen sama peserta lain, "Itu Ibunya yang emang lola apa gimana? "
Bu Susan: "Saya suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi cerdas. Dan saya tidak suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi kurang senyum." (Mungkin waktu itu saya lagi PMS Bu, hehe.)
Bu Sisil: "Saya suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi rajin. Dan saya tidak suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi orangnya terstruktur." Lalu diiyakan sama peserta lain, "Iya ya ... perfect gitu ya." (Maksudanya saya kalau mengerjakan sesuatu harus sempurna ya? Iya, sih ....)
Bu Lola: "Saya suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi pintar. Saya tidak suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi susah akrab dengan orang lain."
Pak Agus: "Saya suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi orangya bertanggung jawab. Saya tidak suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi butuh proses untuk dekat dengan orang lain."
Pak Tian: "Saya suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi orangnya cerdas. Saya tidak suka Bu Nelvi karena ngomongnya pelan, pelannnn ... banget." (Lain kali saya ngomong pake TOA, Pak. )
Pak Syamsul: "Saya suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi orangnya sopan. Saya tidak suka Bu Nelvi karena Bu Nelvi orangnya tertutup." Lalu dikomen sama peserta lain, "Jadi kamu mau Bu Nelvi terbuka, terbuka apanya? " (Dasar Bapak-Bapak bercandaannya. )
Lalu kata pematerinya, "Beginilah ya ... bercandaannya orang 20 tahunan." Si Ibu mukanya sampai merah karena dari tadi ketawa ngakak mendengar perkataan kocak dari peserta lainnya. Keingat waktu muda ya, Bu? Hihi.


*catatan: kita baru mengenal selama sebulan terakhir dan baru beberapa kali pertemuan. Tapi kita sudah bisa mengenal karakter masing-masing. :)

Oke guys, hari ini hari yang sangat menyenangkan. Terima kasih untuk teman-temannya untuk kritik dan sarannya. Saya akan [terus] belajar lagi untuk memperbaiki diri.
 

Pedagogik Template by Ipietoon Cute Blog Design