Sabtu, 30 Agustus 2014

Mimpi yang Membumi


Oleh: Nelvianti


Akhirnya kubiarkan ia membumi
Tak lagi ku ceritakan mimpi-mimpi itu lagi
Karna ku takut dengan sesuatu yang tak pasti
Biarlah kau nilai dalam sembunyi

Kelak jika ia mencuat, menggeliat
Semua kan melihat
Oh inilah yang selama ini ku jerat
Ternyata ada manfaat

Akhirnya kau merapat
Ucapkan selamat
Tapi bukan itu yang ingin ku dapat
Aku hanya ingin diberi nasehat

Sungguh dalam bilik-bilik bambu semuanya tertutup rapat
Sampai nanti akan ku pahat
Dalam gelap yang senyap
Biarlah ia berkelabat

Tak kan pernah ada rasa puas
Yang ada hanya rasa ikhlas
Selagi aku bernafas
Hingga semuanya tuntas

Serang, 30 Agustus 2014

Jangan Pandang Siapa yang Berbicara, tapi Pandanglah Apa yang dibicarakannya!

Selalu ada pelajaran yang dapat saya ambil dari orang-orang yang saya temui. Tak peduli siapapun itu, apakah ia adik tingkat, kakak tingkat, orang yang gak kuliah, tukang bakso, tukang becak, dan siapapun, mereka semua adalah pemberi inspirasi. Walaupun harus saya akui bahwa, terkadang saya suka cuek terhadap orang yang tidak sepemahaman dengan saya. Tapi jika saya telah bercerita banyak dengan orang itu, ada hal yang merubah pandangan saya.

Ya... mungkin selama ini saya menganggap orang itu pendiam, gak banyak teman, tapi ternyata dibalik sikapnya itu, ia cukup dikenal. Mungkin ketika di rumah, dia banyak diam, tapi di kampus siapa tahu! Mungkin di tempat ramai, ia biasa menutup diri, tapi jika sudah merasa nyaman dengan seseorang, dia akan membuka diri.

Well, semuanya balik ke diri saya. Pelajaran yang saya ambil adalah, terbukalah, ramah, tebarkan senyum, dan perbanyak kawan! Motivasi bisa kamu dapatkan darimana saja. 

Selamat Sabtu Ceria :)

Jumat, 29 Agustus 2014

Mau dibawa kemana hidup ini?


Sebuah pertanyaan yang menyentil yang dilontarkan teman saya. Saya tersadar, dan gak nyangka dia berfikiran seperti itu. Pasalnya selama ini dia kelihatan diam-diam aja, dan terkesan cuek. Ternyata dibalik sifat diamnya, dia punya pandangan yang luar biasa, yang mengingatkan saya kembali, apa arti hidup ini!

Ceritanya waktu itu kita lagi duduk-duduk. Saya iseng bertanya kepadanya, soal keinginannya untuk belajar bahasa Inggris yang dulu pernah diutarakannya kepada saya. Dia menjawab, bahwa saat ini dia ingin belajar bahasa Arab dulu. Loh, kenapa? kata saya. Karena belajar bahasa Arab itu sunah, katanya. Lalu, setelah itu dia bercerita panjang lebar. Saya mendengarkan.

"Untuk lebih memahami agama kita (Islam), saya harus belajar bahasa Arab dulu. Saya juga pengen belajar bahasa Inggris, tapi saya ingin kuliah di luar negeri yang kampusnya Islami, di Malaysia mungkin... seperti Muhammad Asad, dia kuliah S2 di Qatar, dan itu pembelajarannya pakai bahasa Arab, makanya saya ingin belajar bahasa Arab. Saya ingin memperdalam ilmu Agama saya. Selama ini saya merasa ilmu saya masih banyak yang kurang, saya merasa Allah ingin saya dekat dengannya. Saya tidak ingin mengejar dunia semata, saya ingin mengejar akhirat, karena dengan kita mengejar akhirat, pasti dunia akan mengikuti. Saya tersadar, sebenarnya apa sih yang kita cari di dunia ini? apa tujuan hidup kita? kita lahir, tumbuh menjadi dewasa, lalu tua, dan mati. Kita tidak tahu kapan kita meninggal, banyak orang yang meninggal di usia muda. Lalu, apakah hanya dunia yang kita cari di hidup yang sebentar ini? tidak kan! Kita boleh menilai orang-orang yang kuliah di luar negeri itu sebagai suatu kesuksesan, kita boleh iri, tapi kita juga harus paham arti kesuksesan sesungguhnya. Kesuksesan bagi orang tua kita, bukan hanya melihat pendidikan anaknya yang tinggi, tapi kesuksesan sebenarnya itu, ketika orang tua melihat anaknya menjadi anak yang sholehah....  "

Cerita kita melompat-melompat, yang jelas kita berbicara tentang tujuan hidup kita ke depannya. Saya tarik kesimpulan sendiri dari ceritanya, mungkin dia bermaksud menyampaikan, bahwa kita jangan berpandangan sempit. Jangan menilai kesuksesan itu dari keberhasilan mengejar S2 di luar negeri, jangan terlalu fokus dengan hal itu, karena secara tidak sadar, kita bisa-bisa mengejar dunia semata. Intinya, saya diingatkan, jangan sampai untuk mengejar dunia, kita meninggalkan akhirat. So, luruskan niatmu! Mau dibawa kemana hidup ini?

Minggu, 24 Agustus 2014

Kamu Harus Galau Setiap Ulang Tahun !

Maksud saya membikin postingan ini bukan karena saya berulang tahun tanggal ini, cuman... saya ingin menyampaikan bahwa ucapan 'Semoga panjang umur itu bohong.' Nyatanya, umur kita berkurang. Bagaimana bisa panjang? Yang realnya, semoga umur kita berkah. Berbicara soal berkah, dalam maknanya. Ini menyangkut tujuan hidup kita dan apa yang telah kita lakukan selama ini.

Okelah, saya tidak akan berbelit. Kenapa kamu harus galau setiap ulang tahun? Tentunya bukan karena takut umurmu berkurang! Tapi takut umurmu telah dipergunakan untuk hal yang sia-sia. Sekarang coba tanya, di usia yang kamu injak sekarang, apa saja hal sudah kamu lakukan? Apa saja prestasi yang sudah kamu toreh?

Saya bukan ingin menakut-nakuti, atau mengajarkan hidup ambisius. Tapi saya hanya ingin mengingatkan, jangan sampai umurmu terbuang sia-sia. Saya sendiri, yang sudah menginjak kepala dua, belum banyak rasanya hal bermanfaat yang saya lakukan. Untuk itu saya selalu galau, dalam artian selalu merenung, selalu mengupgrade diri, selalu meluruskan niat, dan perbaiki tujuan, tekad, dan hal yang ingin dicapai ke depannya.

Gambar diberdayakan oleh Google :D


Ada beberapa hal yang belum dan ingin saya capai ke depannya:
1. Saya ingin ibadah saya selalu meningkat
2. Menambah hafalan 
3. Saya ingin menjuarai setiap lomba menulis yang bergengsi, dapat uang, nanti uangnya saya gunakan untuk tes toefl. Hehe
4. Saya ingin memiliki skor toefl minimal 575
5. Saya ingin IPK saya terus meningkat & menjadi lulusan terbaik
6. Saya ingin mendapat beasisawa S2
7. Saya ingin kedua orang tua saya melihat kesuksesan saya
8. Saya ingin membahagiakan ADI (Ayah dan Ibu)

Ini hanya segelintir dari mimpi saya saat ini, semoga teman-teman yang membaca mau mengaminkan postingan ini. Dan saya doakan juga semoga mimpi teman-teman semuanya terwujud. Aamiin.... :)

Sabtu, 23 Agustus 2014

Di Tengah Malam yang Galau

Bunda...
Tidak ku arungi tanah rantau, jika tak ku bawa sebongkah kesuksesan
Berpeluk cemas di sini Bunda
Dalam dekapan asa yang menggunung
Aku terkungkung

Bagiku hari esok adalah pasti
Ilmu, iman, menemani
Walau ke negeri Cina akan ku jalani

Untuk adik-adik tercinta yang menanti
Kakak di sini ingin berbagi
Tetaplah engkau rendah hati
Walau apa nan dinanti terus berlari

Aku...
Si haus prestasi
Akan berdikari
Walau caci maki menghampiri
Aku tetap bermimpi
Untuk masa depan yang berseri

-Bandung, 23 Agustus 2014-

SURAT TERBUKA UNTUK CALON SUAMIKU



Teruntuk calon suamiku,
Saat aku menulis surat ini aku baru selesai sholat duha dan Sholat Hajat. Berharap Allah menyampaikan surat ini padamu. Calon imamku.

Aku sedang bersungguh-sungguh menjadi muslimah sejati. Tilawah quran selalu aku biasakan, sholat tepat waktu selalu diutamakan. Alhamdulillah, akupun sedang belajar menghafal quran. Masih beberapa juz sih, tapi aku ingin saat berjumpa denganmu minimal sudah belasan juz aku hafal. Biar sisanya kita hafal dan amalkan bersama ya :)

Alhamdulillah, untuk kuliah dari semseter 1 IPK diatas 3,5. Organisasi dakwah dan komunitas bisnispun aku ikuti. Aku harus cerdas dan berprestasi, biar anak kita nanti jadi anak cerdas, soleh dan berprestasi seperti ayah ibunya.

Jujur, aku belum bisa masak. Jadi, kalau pulang ke rumah mamah aku belajar dikit-dikit masak. Aku ingin bisa jadi istri yang bisa memasakkan masakan terenak untukmu. Oh ya, aku juga suka ngajarin anak-anak TPA di sekitar kostan untuk ngaji iqra dan quran. Biar nanti anak kita juga bersahabat dengan Quran.

Sayang,
Sebenarnya aku punya cita-cita lanjut S2 dan mengembangkan usaha. Tapi nampaknya lebih indah jika bisnis dan pendidikanku nanti dijalankan bersama denganmu. Agar semakin erat jalinan cinta kita.

Belahan jiwaku,
setiap hari akupun rutin berolahraga dan merawat diri. Agar tetap sehat dan semangat menjalani semua aktivitas.
Akupun menghindari lelaki yang tak jelas mendekatiku,
Kujaga kehormatanku dengan menutup aurat dan berjilbab.
Karena diriku, hatiku, kecantikanku kupersembahkan hanya untukmu,
Sebagai ekspresi rasa cintaku pada Rabbku.

Jaga dirimu ya Sayang, do'aku selalu menyertaimu
Ku kan selalu setia menunggumu
Untuk menjadi pangeran idaman dan imam dunia akhiratku.

Salam sayang dari calon istrimu
Teruntuk belahan jiwaku,

"Ya Allah siapapun lelaki hebat itu, jagalah ia untukku".. Aamiin.
















*tulisan ini saya ambil dari fpnya Setia Furqon Khalid, karena kata-katanya sangat indah dan menyentuh, jadi saya abadikan tulisannya di blog ini. Buat semua akhwat single semoga menemukan jodoh yang sholeh. Aamiin :)

Rabu, 20 Agustus 2014

Teknik Mengendalikan Rasa Marah

Jika dilihat dari judulnya, mungkin agak berat. Agak berat buat saya yang berlatar belakang pendidikan bukan di bidang psikologi, namun saya hanya mencoba menshare pengalaman. .

Setiap orang pasti pernah, itu normal! Tapi marah yang berlebih-lebihan tentunya tidak baik. Tidak baik buat diri sendiri (buat orang lain tentunya lebih tidak baik lagi, siapa sih yang mau dimarahi! hehe). Kata Kakak saya. ketika marah otot-otot wajahmu akan meregang, itu membuatmu cepat keriput! Soal ini, saya tidak mau membahasnya lebih jauh.

Sumber Gambar: Google
Lalu apa yang harus kita lakukan ketika marah! Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda;
( إذا غضب أحدكم وهو قائم فليجلس ، فإن ذهب عنه الغضب وإلا فليضطجع ) .
“Kalau salah seorang diantara kamu marah dalam kondisi berdiri, maka hendaknya dia duduk, karena hal itu dapat menghilangkan kemarahan, kalau belum (hilang), hendaknya berbaring.” 

Itu hal lazim yang saya yakin setiap muslim sudah mengetahuinya. Namun bagaimana jika kamu masih tidak senang terhadap perbuatan seseorang yang menyakiti hatimu, yang kadang kepikiran terus, saat berdiam diri, saat berjalan, saat makan, dan sebagainya. Yang apabila hal itu kamu pikirin terus, akan membuat kamu benci, semakin benci, dan semakin benci kepada orang itu.

Tenanglah! Masalah yang berlalu, biarkanlah berlalu. Tidak usah diungkit-ungkit lagi. Mungkin ketika sendiri, ada saja setan yang menggodamu, untuk mengingat-ngingatkan perbuatan tidak menyenangkan yang pernah dilakukan teman kepadamu, yang membuatmu marah, bahkan bisa benci kepada teman itu. Jika rasa itu menghampirimu, langsung ingatlah setiap kebaikan temanmu. Ingatlah setiap kebaikan yang pernah dilakukannya kepadamu. Renungilah, bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurnam setiap manusia pasti pernah salah. [*]
 

Sabtu, 02 Agustus 2014

Berhusnudzon Kepada Allah

Teman-teman mungkin pernah merasa takut akan masa depan. Mau jadi apa aku nantinya? apakah hidup senang?atau susah?

Pertanyaan seperti ini mungkin kerap menghantui diri, tak terkecuali saya sendiri. Beberapa waktu lalu saya sempat memperbincangkan hal ini dengan teman saya. Saya juga sering memperdebatkan hal ini dengan diri saya, ada pergulatan batin. Mungkin inilah yang disebut dengan rasa pesimis. 

Setiap kali rasa itu menghampiri saya, saya selalu menolak. Saya cam kan dalam diri saya, bahwa ada Allah! akan selalu ada Allah yang menolong kita! Tidak akan pernah Allah menyiakan-nyiakan hambanya yang mau berusaha. Ya, selagi kita mau berusaha, apalagi yang kita ragukan? Kita cukup berserah diri kepada Allah, memohon petunjuk dari-Nya. Ingatlah Allah selalu memberi apa yang kita butuhkan, cepat atau lambat. Saya sendiri sudah membuktikannya. Apa yang terbesitdalam hati kecil saya, yang selalu saya sebut-sebut dalam doa, selalu Allah kasih. Bahkan dengan cara yang tidak kita sangka-sangka. Subhanallah. Sungguh, Allah Maha Segala-galanya.
 

Pedagogik Template by Ipietoon Cute Blog Design