Jumat, 14 Maret 2014

Siapa Suruh Masuk UPI!



Siapa suruh masuk UPI! Jika tidak mau membuat PKM, mengikuti Program Tutorial, dan BAQI. Kalimat itu diadaptasi dari dosen PAI (Pendidikan Agama Islam) saya, siapa suruh masuk Islam! Jika malas mengerjakan sholat.   
Ya, setiap Maba (Mahasiswa Baru) UPI 2012 diberi tugas membuat PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Program ini sudah ada sejak lama tapi hanya dilaksanakan oleh beberapa universitas favorit, termasuk salah satunya UPI. Ya, menurut saya UPI adalah salah satu universitas terfavorit di Indonesia. Meski dulu saya agak keliru ketika orang-orang menyebut kata UPI.
Pengetahuan saya dulu sebagai seorang siswi SMP bisa dikatakan minim. Tetangga saya katanya kuliah di UPI, setiap hari dia pulang pergi Lubuak Begalung - Lubuak Minturun (nama daerah di Padang). Nah lo? Memang UPI letaknya di Padang? Saya bingung.
Sebenarnya sih, hal ini tidak perlu saya bingungkan kalau saja saya tahu di Padang juga ada UPI. Tapi ada embelan ‘YPTK’ dibelakangnya. Jadi UPI YPTK (Universitas Putra Indonesia Yayasan Perguruan Tinggi Komputer). P nya disini akronim dari ‘Putra’ bukan ‘Pendidikan’ seperti yang saya ketahui belakangan.
Agar tidak keliru lagi selanjutnya saya cukup menuliskan UPI saja, tanpa ada embelan YPTK dibelakangnya. Dan itu berarti tulisan saya merujuk pada Universitas Pendidikan Indonesia.
Sekarang saya sudah mengerti. UPI itu Universitas Pendidikan Indonesia, salah satu universitas negeri yang  terletak di Bandung, Jawa Barat. Atau yang sering disebut teman-teman saya sebagai UPI Bandung. Mereka bilang UPI itu favorit. Saya menyetujuinya walaupun belum tahu pasti alasannya.
Meski begitu saya tidak terpikir untuk masuk UPI karena saya sadar dengan kondisi ekonomi orangtua saya. UPI kan letakknya di Bandung, sedangkan saya di Padang! Mau dengan apa orang tua saya mengongkosinya. Lagi-lagi itu pandangan siswi SMA yang sempit. Jadilah UPI hanya impian saya belaka. Saya tak pernah berhenti bermimpi, meski kadang saya menyangsikan mimpi itu.
 Singkat cerita. Mungkin Tuhan sudah menakdirkan jalan saya di sini, saya berhasil masuk UPI. Bukan hanya sekedar mengijakkan kaki di pelataran parkir UPI lalu keluar, seperti guyonan Menteri Pendidikan, Bapak Mohammad Nuh pada acara Sholat Isya berjamaah mahasiswa Bidik Misi dengan Menteri Pendidikan di mesjid UPI tercinta, ‘Al Furqon.’ “Masuk UPI itu gampang, setiap orang juga bisa masuk lalu keluar” (27/08/2012) Sambil menunjuk halaman ‘Al Furqon’, lalu diiringi gelak tawa hadirin.
Oh iya, saya lupa mengabarkan kalau saya sampai disini berkat beasiswa Bidik Misi yang saya peroleh. Saya begitu bersyukur bisa menjadi bagian dari UPI meskipun kampus saya di Serang. Melihat gedung Isola secara langsung sudah membuat saya terharu. Tidak berlebihan! Sebelumnya saya hanya melihat gedung ini di internet hasil pencarian ‘Om Google’, dan saya tidak mengetahui namanya ketika itu.
Kata senior saya gedung Isola ini merupakan icon UPI. Hmm, saya pingin sekali masuk kesana. Tapi entah kapan. Oke. Saya sudahi di sini membahas tentang bangunannya, sekarang saya mau menilai kualitas akademiknya.
Saya sempat heran mendengar penjelasan senior tentang BAQI dan Program Tutorial. Dua kata yang asing buat saya. Katanya BAQI itu ‘Baca Quran Intensif’. Yaitu program semesteran semacam evaluasi membaca Al-Qur’an yang diwajibkan untuk mahasiswa baru yang mengontrak mata kuliah PAI, dan sifatnya gratis. Tes Baca Al-Qur'an ini terdiri dari 3 kali tes, yakni Pretest, Midtest, dan Posttest. Dari hasil evaluasi itu kemampuan membaca Al-Qur’an mahasiswa UPI akan digolongkan ke dalam 5 tingkatan, dimulai dari tingkat rendah yaitu Tingkat Pra Dasar I (TPD I), Tingkat Pra Dasar II (TPD II), Tingkat Dasar (TD), Tingkat Terampil (TT), dan Tingkat Mahir (TM). TT dan TM dinyatakan kategori lulus, sedangkan TPD I, TPD II, dan TD dinyatakan kategori tidak lulus. Bagi mahasiswa yang tidak lulus pada saat Pretest diwajibkan kembali mengikuti tes baca Al-Qur'an pada saat Midtest, jika masih belum lulus dites lagi pada saat Posttest. Nantinya mereka akan dibimbing membaca Al-Qur’an agar tidak terbata-bata lagi.
Kepala saya agak sedikit puyeng mendengar penjelasan ini. Bagaimana tidak? Saya tidak pernah mendengar program ini ada di kampus lain. Ditambah lagi penjelasan tentang Program Tutorial. Hal pertama yang saya dengar adalah program ini menjadi hak milik UPI, tidak bisa diganggu gugat karena sudah ada SK rektornya. Begitulah kurang lebih kata senior saya saat pembukaan Program Tutorial atau yang biasa kami singkat dengan ‘PT.’
PT ini program semesteran juga yang berkaitan dengan MK PAI, sama seperti BAQI,  wajib diikuti. Adapun pelaksanaannya tiap hari minggu, dan nanti akan ada mentoring. Jangan bayangkan tidak ada keluhan dari teman-teman saya terhadap dua program ini. Sekali lagi, “Siapa suruh masuk UPI!” Tapi itu hanya komentar dari orang-orang yang baru pertama kali merasakannya. Toh, setelah merasakannya mereka have fun tu menjalaninya.
Kalau dipikir-pikir wajar saja bagi yang mengontrak mata kuliah PAI diwajibkan untuk mengikuti BAQI. Bagaimana seandainya orang yang mau belajar agama Islam tapi tidak fasih membaca Al-Qur’an. Applauselah buat UPI atas Program Tutorial dan BAQInya. Siapa suruh masuk UPI! Karena UPI maka aku harus ilmiah, edukatif, dan religious.

NELVIANTI
(Mahasiswi FIP UPI)
Gedung Isola  UPI

17 komentar:

senseiblogger.blogspot.com mengatakan...

Halo salam kenal, saya mahasiswa upi bandung (Jl Dr Setiabudhi) juga angkatan 2012. Benar bahwa ketika kita sudah memilih suatu hal , kita harus siap menerima konsekuensi atas pilihan kita tersebut. Tetapi saya pikir program yang diberikan oleh upi ini seperti baqi, tutorial, pkm itu semua sangat positif . semua tergantung dari kita menyikapinya. kalau kita menyikapinya dengan positif maka dlm menjalankan kegiatan tersebut sangat enjoy ko, tanpa ada rasa mengeluh hehehe

Nelvianti mengatakan...

Hallo Mustafa, terima kasih sudah berkunjung. :)
Ya benar, baqi, tutorial, pkm, memang kegiatan yang sangat positif, saya setuju. Teman-teman yang lain juga setuju, cuman awalnya saja mereka agak kaget, karena belum terbiasa. Hehe
#bersyukurjadimahasiswiUPI

agustina djihadi mengatakan...

Jika tdk mengikuti praperkuliahan krn suatu dan lain hal yg urgen, apa ada sanksinya? Diabsenkah di pra perrkuliahan tsb? Tq infonya

Nelvianti mengatakan...

Hi Teh Agustina, mahasiswi baru kah? jika iya, selamat datang di UPI. :)
Jika tidak bisa mengikuti perkuliahan, lebih baik izin dulu Teh ke dosen yang bersangkutan. Karena disetiap mata kuliah (MK), kehadiran minimal 80 %, dan itu artinya Teteh hanya boleh 3 x untuk tidak mengikuti perkuliahan tersebut. Dan jika Teteh, lebih dari 3 x tidak mengikuti perkuliahan / kehadiran Teteh kurang dari 80 %,dosen yang bersangkutan tidak akan mengizinkan Teteh mengikuti UAS MK tersebut dan itu artinya Teteh harus mengontrak ulang MK tersebut tahun depan.

Unknown mengatakan...

Teh pertanyaan saya sama kaya teh agustina

Kalau tidak ikut PRAKULIAH bagaimana

Nelvianti mengatakan...

Hi Kang Ahmad, sebelumnya saya mau tanya, yang dimaksud prakuliah di sini bagaimana? soalnya saya baru mendengar istilah ini (waktu tahun saya tidak ada prakuliah).

Amalia Novita mengatakan...

Kak saya baru mau daftar UPI YPTK ini , cerita buat saya mengikuti tes akadekik nggk buat nntinya ?

Amalia Novita mengatakan...

Kak saya baru akan mendaftar UPI YPTK ini ada pengalaman yg bisa dibagikan saat dimana ujian akademik berlangsung, nialai nemnya jadi patokan atau tidak ,atau cara penilaiannya ,trima kasih kak

Nelvianti mengatakan...

@Amalia: Kalau itu saya kurang tahu. UPI yang saya maksud di sini UPI Bandung bukan UPI YPTK. :)

Ama mengatakan...

Teh mau tanya waktu tes baqi itu yang di tes Kan ya apa aja ya? Terus apa harus pandai tahsin dulu maba nya?

Nelvianti mengatakan...

@Rahmalia: Intinya, nanti kamu disuruh membaca Al Quran, lalu setelah itu ditanya-tanya tentang tajwidnya. :)

Unknown mengatakan...

Teh cara masuk UPI berdasarkan nilai apa saja?

Unknown mengatakan...

Teh cara masuk UPI berdasarkan nilai apa saja?

Nelvianti mengatakan...

saya dulu melalui SNMPTN tulis :)

Hania Septiani Puteri mengatakan...

Teh doakan saya bisa masuj UPI ya teh:D

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
 

Pedagogik Template by Ipietoon Cute Blog Design