Senin, 01 Desember 2014

Hanya Sajak yang Menyampaikan

Bunda...
Aku tahu, menjadi perantau
berarti siap menjadi perindu

Saat beban harus ditanggung sendiri
Tak ada tempat berbagi
Tak ada yang dapat mengerti
Karna belum ada pemilik hati
Hanya Bunda si jantung hati

Bunda...
Membumbung sudah asa si muda
Pantang ditarik pada mulanya
Sampai luruh duka nestapa
Terukir senyum di wajah Bunda tercinta

Serang, 1 Desember 2014

*Selepas Ashar, di atas sajadah merah, akhirnya bulir bening itu terurai jua. Bunda gak kuat.... :'(
Foto dipinjam dari: mutiara-islami.blogspot.com

7 komentar:

Aul Howler's Blog mengatakan...

Semangat nelvi!

Insya Allah ini adalah pengalaman yang mahal harganya, yang bisa menjadi modal ketika bekerja kelak.

Keep istiqamah! :)

Nelvianti mengatakan...

iya Aul, Aamiin.

Thank's doanya :)

dunia kecil indi mengatakan...

Indah sekali. Semoga dikuatkan, ya :)

Nelvianti mengatakan...

Makasi Teh Indi :)

Artha Amalia mengatakan...

KANGEN IBU, YA... :')
aya juga pernah gitu, waktu jauh sama Mama. sekarang walau dekat, juga sering kangen karena jarang ketemu >.<

Artha Amalia mengatakan...

KANGEN IBU, YA... :')
aya juga pernah gitu, waktu jauh sama Mama. sekarang walau dekat, juga sering kangen karena jarang ketemu >.<

Nelvianti mengatakan...

Iya Mbak Argalitha, semoga kita sama-sama dikuatkan ya Mbak. :)

 

Pedagogik Template by Ipietoon Cute Blog Design