Senin, 15 Oktober 2018

Family Gathering to Taman Safari



Ke Taman Safari adalah hal yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya, maksudnya tempat ini tidak masuk dalam list agenda traveling saya. Tapi siapa sangka tahun ini (2016) saya berkesempatan mengunjunginya melalui acara Family Gathering Sekolah. Kabarnya sih … tujuan Family Gathering tahun ini bukan ke Taman Safari, tapi entah kenapa dialihkan ke sini. Ya … anggap saya ini jodoh saya. Oke, baiklah … tidak berlama-lama, sebenarnya yang ingin saya share di sini adalah all about ‘Taman Safari’. Apa sih?

Jadi … yang saya tau dulu dari buku bacaan Bahasa Indonesia SD, Taman Safari itu sejenis kebun binatang, tapi bedanya di sini … bukan binatangnya yang dikandangi, tapi kita pengunjungannya yang dikandangi . (:D) Lo, kok bisa? Pasti menarik nih … seperti di Film ‘Jurrasic Park’, begitu yang ada dulu dalam fantasi anak SD.

Taman Safari itu dimana sih? Bogor. Saya berangkat dari Kota Bandung, dekat, masih satu provinsi. Walaupun begitu, kita tetap berangkat pagi-pagi dari Bandung, ingat tips traveling yang pernah saya berikan :D Karena ini acara ‘traveling’ sekolah, untuk transportasi kita tidak memikirkan karena sudah ada bus yang disediakan dari sekolah, sekitar 4 bus. Dan kita bertolak dari Bandung abis Subuh. 

Pukul 09.00 WIB, kita sudah sampai di puncak dan muaacettt bok! Waktu itu hanya satu jalur yang dibuka dan kita kejebak macet cukup lama … hampir satu jam. Tu kan … ada gunanya juga berangkat pagi-pagi, coba kalau enggak, pasti uudah jam 11 baru lolos dari kemacetan. Dan ini jam 11 itu kita udah mau nyampe, tepatnya mau Dzuhur lah. Kita sholat Dzuhur dulu di mushalla yang ada di gerbang masuk Taman Safari. Area gerbang cukup luas, kita turun bus hanya sebentar yaa untuk sholat, setelah itu masuk bus lagi, bersiap-siap masuk ke gerbang yang sesungguhnya, tempat hewan-hewan bernaung, kebetulan tiket masuk udah dibagikan koordinator acara di atas bus.

Tiket masuk ini dipakaikan di pergelangan tangan dan berlaku untuk semua. Yang saya lihat di papan sebelum masuk, harga tiketnya cukup mahal, kisaran dua ratus ribuan.

Dan safari kita dimulai. Hewan yang menyapa kita pertama kali setelah menembus banteng pertahanan hewan ini adalah hewan-hewan non buas, seperti rusa dkk. Oh iya, ingat … di sini aturan sudah mulai berlaku, tidak boleh keluar bus dan tidak boleh membuka kaca bus kalau tidak mau harimau duduk di sebelahmu, hihi.

Area safari yang diitari cukup luas, butuh waktu sekitar sejaman untuk mengitarinya. Hewan-hewan yang saya temui apa aja yaa, duh lupa. Pokoknya banyaklah … dan saya paling excited ketika bertemu si ‘Raja Hutan’. Di sini raja hutannya terlihat lebih sehat dan subur.

Selesai bersafari, pengunjung boleh turun bus dan mengitari area lainnya yaitu wahana bermain atau show hewan. Mulai dari show gajah, harimau, lumba-lumba, penguin, dan masih banyak lagi. Tidak cukup waktu satu hari untuk menonton semuanya karena area yang sangat luas tadi ditambah ada beberapa show yang jamnya sama. Jadi kamu harus pintar-pintar memilih, show mana yang kamu prioritaskan dulu. Kalau saya lebih memilih show gajah dan harimau. Show penguin terlalu jauh tempatnya, bikin kaki pegal kalau jalan.

O ya, ada cerita lucu saat menonton show harimau. Pawangnya ganteng dan digemari penonton terutama cewek-cewek. Hihi. Bisa-bisa yang nonton nih … cuma lihat pawangnya bukan harimaunya, duh … harimau kalah pamor. :D

Kalau wahana bermain yang saya coba adalah wahana yang bikin baju basah. :D Ah, cukuplah ntuk penutup sore sebelum naik ke bus dan balik ke Bandung.
Family Gathering yang cukup mengesankan.


0 komentar:

 

Pedagogik Template by Ipietoon Cute Blog Design