Senin, 24 Desember 2018

Sajak Untuk Ayah

Ku pikir dengan berada di dekat mu Ayah, hubungan kita semakin membaik. Tapi nyatanya romantisme Ayah dan Anak itu ada pada jarak. Dekat membuat kita saling diam, engkau tak dapat memahami maksud ku dan aku tak dapat meyakinkan mu. Tapi Ayah ... aku tetap berharap, suatu hari nanti aku tidak akan menyesal karena sudah berusaha di dekatmu dan aku yakin, engkau jua memahami bahwa aku, anakmu, ibarat anak panah yang siap kau lepaskan pada masanya.

Diam mungkin caramu menunjukkan cinta Ayah, aku tau betapa khawatirnya engkau saat mendapatiku tiba-tiba tumbang di suatu pagi dalam keadaan pucat pasi dan keringat dingin mengalir di badan. Saat itu kau mungkin berpikir ingin menggantikan nyawa ku dengan nyawa mu.

Aku tidak pernah menangis di depan mu Ayah, tidak pernah semenjak SMP tetapi bukan berarti aku tidak pernah menangis. Aku menangis Ayah, aku menangis saat mendengarmu terserang diabet tapi aku menangis dalam tahajud ku.

Maaf Ayah, kali ini aku lemah.

























Padang, 22 Februari 2018

0 komentar:

 

Pedagogik Template by Ipietoon Cute Blog Design