Selasa, 02 Juli 2019

Tantangan dan Harapan untuk Taman Kota di Indonesia



Kualitas lingkungan kota mempengaruhi kehidupan manusia di dalamnya. Kota di era modern sekarang ini perlu ditunjang dengan ruang publik, seperti taman kota. Taman kota adalah taman dalam skala yang luas yang berada di dalam lingkungan perkotaan dan dapat dinikmati oleh seluruh penduduk kota. Taman kota bisa dikatakan sebagai kebutuhan dasar bagi sebuah kota, karena taman kota memiliki banyak manfaat. Lalu apa saja manfaat dari taman kota tersebut?
Manfaat Taman Kota
1.      Sebagai Tempat Rekreasi
Tempat rekreasi adalah salah satu manfaat sosial dari keberadaan taman kota. Taman kota mudah dijangkau oleh seluruh kalangan, baik kelas atas, menengah, maupun bawah; tua dan muda.
2.      Menambah Nilai Estetika dari Kota
Kehadiran taman di tengah keramaian kota, seolah memberi hawa sejuk. Kepadatan dan kemacetan lalu lintas dapat diimbangi dengan pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Pohon-pohon di taman mampu menanggulangi polusi udara yang dihasilkan dari asap kendaraan bermotor di sekitarnya.
3.      Sebagai Landmark dari Suatu Kota
Keberadaan suatu kota dapat dikenang dari taman kotanya. Apalagi taman kota tersebut sangat menarik. Hal ini akan menjadi nilai plus bagi seseorang yang baru pertama kali berkunjung ke kota tersebut.
Tantangan untuk Taman Kota di Indonesia
1.      Tingkat Kesadaran Masyarakat
Tantangan yang pertama adalah meumbuhkan kesadaran masyarakat akan keberadaan dan fungsi taman kota. Agar masyarakat dan Pemerintah bisa sama-sama menjaga keberadaan taman di kota masing-masing. Baik dari segi kebersihan, fasilitas, dan sebagainya. Selain itu, taman kota tidak akan tampak hidup tanpa adanya masyarakat yang memanfaatkan fungsi taman sebagaimana mestinya, yaitu sebagai tempat rekreasi. Usaha yang perlu dilakukan Pemerinta adalah menciptakan taman kota yang menarik dan nyaman seperti, taman kota Alun-Alun Bandung, yang mampu menarik minat warga Bandung bahkan pengunjung di luar Bandung untuk bersantai di tamannya; menikmati keindahan kota Bandung.
2.      Masalah Kebersihan
Masih banyak sampah yang berserakan di sekitar taman, walaupun sudah disediakan tempat sampah yang memadai adalah masalah yang perlu diatasi bersama. Keberadaan tempat sampat sampah memang sangat menunjang. Tidak hanya tempat sampah biasa, tapi tempat sampah permanen yang dibedakan berdasarkan jenis sampah. Untuk hal ini, kepedulian dari semua pihak sangat diharapkan. Adanya petugas kebersihan atau petugas khusus penjaga taman, lebih baik lagi.
3.      Tindakan Asusila dan Kriminalitas
Tidak jarang taman kota digunakan sebagai tempat maksiat. Fungsi taman kota sebagai tempat rekreasi sering disalahartikan. Banyak pasangan muda-mudi yang memadu kasih di area taman yang tertutup. Tindakan pencopetan dan penjambretan di dalam taman pun sering ditemui, apabila pengunjung tidak hati-hati, maka bisa menjadi sasaran ‘empuk’ bagi pelaku aksi penjambretan dan pencopetan.
4.      Pedagang Kaki Lima (PKL) Liar
Tidak dapat dipungkiri, taman kota menjadi tempat mencari nafkah bagi sebagian orang. Banyak pedagang yang berjualan di dalam taman. Tidak ada masalahnya, jika para pedagang ini berjualan tidak di sembarang tempat, yang dapat mengganggu pengunjung untuk bersantai. Berjualan di sembarangan tempat dengan sampah berserakan tentunya bukan hal yang diinginkan. Akan lebih baik Pemerintah setempat menyedikan tempat khusus bagi pedagang, sehingga terlihat tertib dan teratur. Menempatkan pedagang di satu titik di pinggir taman menjadi solusi yang lebh baik, akan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pengunjung dalam berbelanja.
5.      Anggaran dan Dana
Tidak sedikit dana yang dihabiskan untuk menciptakan suatu taman kota yang baik. Membangun fitur fisik berdesain mahal membutuhkan dana yang besar. Untuk itu Pemerintah perlu mempertimbangkan anggaran dana untuk hal ini, apakah akan bekerja sama dengan sponsor atau tidak. Jika iya, pihak sponsor tentunya menginginkan feed back, seperti pemasangan iklan atau reklame misalnya, di sekitar area taman. Tidak masalah, tapi yang perlu diperhatikan keberadaan iklan atau rekalame dari sponsor jangan sampai mengganggu kenyamanan pengunjung. Dan  yang lebih penting adalah bagaimana fitur-fitur berdesain futuristik yang dibangun dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke taman dan masyarakat dapat menjaga sarana dan prasarana taman yang telah ada.  
Harapan untuk Taman Kota di Indonesia
1.      Kuantitas Taman Kota di Indonesia harus ditambah
Pembangunan taman yang merata, kalau bisa di setiap kota di Indonesia memiliki minimal satu taman kota.
2.      Ikon dan Estetika Taman
Sebaiknya setiap taman memiliki ikon tersendiri, misalnya taman Alam Lumbini di Desa Tongkoh, Kabupaten Karoyang, yang memiliki replika Pagoda Shwedagon yang ada di Myanmar. Hal ini dapat ditiru oleh taman-taman kota yang lainnya, dengan memunculkan ikon yang menjadi cirri khas tersendiri. Selain itu, estetika taman juga perlu diperhatikan. Penataan taman yang baik, adanya rerumputan hijau, tanaman, dan bangku tempat duduk. Untuk tempat sampah pun demikian, tempat sampah tidak hanya sebagai tempat membuang sampah, tapi juga memiliki nilai estetika. Bagaimana keberadaan tempat sampah di taman menjadi menarik, dengan desain yang unik dan bersih tentunya. Bisa dengan cara menghadirkan tempat sampah yang tidak biasa seperti berbentuk boneka atau ikon familiar yang disukai banyak orang, dan juga ditunjang dengan warna-warna yang menarik.
3.      Adanya Berbagai Fasilitas yang Memberikan Kemudahan
Taman yang baik tidak lepas dari fasiltas taman yang lengkap. Misalnya seperti, adanya jaringan wifi yang bisa dimanfaatkan masyarakat umum ketika bersantai di taman. Adanya mesin ATM. Dan yang tak kalah penting adalah adanya tempat sampah, tempat duduk, toilet, arena bermain anak, dan tempat parkir yang tertib dan teratur.
4.      Lokasi Taman yang Strategis
Strategis di sini maksudnya tidak hanya berada di pusat keramaian atau mudah diakses, tapi juga lokasinya yang berdekatan dengan pusat-pusat keramaian yang lainnya. Misalnya taman kota berdekatan dengan taman bacaan anak-anak, sehingga masyarakat dapat mengakses dua tempat sekaligus dalam waktu yang efektif dan efisien.

Penulis: Nelvianti 

*Ini esai yang gagal di perlombaan, pokoknya segala yang gagal saya post di blog ini, gpp yaa ... hehe. Biar ada perbaikan di kemudian hari. Silahkan tinggalkan komentarnya! ;)

0 komentar:

 

Pedagogik Template by Ipietoon Cute Blog Design